<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Chondena&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://narnianew.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://narnianew.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Oct 2009 12:59:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='narnianew.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Chondena&#039;s Blog</title>
		<link>http://narnianew.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://narnianew.wordpress.com/osd.xml" title="Chondena&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://narnianew.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Heart of Sword part 2</title>
		<link>http://narnianew.wordpress.com/2009/10/04/heart-of-sword-part-2/</link>
		<comments>http://narnianew.wordpress.com/2009/10/04/heart-of-sword-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 12:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Siti Maemunah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart of Sword]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://narnianew.wordpress.com/2009/10/04/heart-of-sword-part-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu, aku bertemu dengannya lagi di taman bermain. Aku melihatnya berada di balik pohon beringin. Karena penasaran, aku pun menegurnya. &#8221; Hei, kau sedang apa disitu??&#8221; tanyaku heran. Sean tak menjawab, wajahnya menoleh ke kanan dan ke kiri. Aku jadi penasaran sebenarnya apa yang dilakukannya. &#8221; Seaan&#8230;.??&#8221; Dia lalu menarikku ke sampingnya membuatku sedikit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=narnianew.wordpress.com&amp;blog=8372486&amp;post=62&amp;subd=narnianew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore itu, aku bertemu dengannya lagi di taman bermain. Aku melihatnya berada di balik  pohon beringin. Karena penasaran, aku pun menegurnya.</p>
<p>&#8221; Hei, kau sedang apa disitu??&#8221; tanyaku heran.</p>
<p>Sean tak menjawab, wajahnya menoleh ke kanan dan ke kiri. Aku jadi penasaran sebenarnya apa yang dilakukannya.</p>
<p>&#8221; Seaan&#8230;.??&#8221;</p>
<p>Dia lalu menarikku ke sampingnya membuatku sedikit terkejut.</p>
<p>&#8221; Sean, apa yang kau&#8230;&#8221;</p>
<p>Sean meletakkan telunjuknya di bibirnya menyuruhku diam.<br />
Aku menurut saja meskipun aku tidak mengerti apa yang terjadi. Sejurus kemudian aku melihat beberapa pengawal istana berpatroli. Sean menyuruhku merapat mendekatinya.<br />
Membuat jantungku bekerja dua kali lebih cepat. Beberapa lama kemudian pengawal istana itu pergi.</p>
<p>&#8221; Huh&#8230;!!!&#8221; Sean menarik nafas dalam-dalam.  &#8220;Akhirnya mereka pergi juga!&#8221;</p>
<p>&#8221; Memangnya ada apa dengan para pengawal tadi?&#8221; tanyaku penasaran.</p>
<p>&#8221; Kau tahu? Mereka itu pengawal ayahku. Mereka berusaha mencariku&#8221; kata Sean kemudian.<br />
&#8221; Ayahku menyuruhku berlatih pedang. Dia bilang aku akan jadi pewaris kerajaan. Dan akan membela negara&#8230; Aku tahu itu, tapi dia tak perlu memaksaku berlatih pedang setiap hari, Padahal kan aku ingin bermain!!!&#8221;gerutunya.</p>
<p>Aku tersenyum.<br />
&#8221; Tapi setidaknya berlatih pedang itu penting! Ayahku pembuat pedang handal, tapi dia melarangku memakainya&#8221; ucapku kesal.</p>
<p>&#8221; Benarkah?? Wah ayahmu hebat bisa buat pedang&#8221; puji Sean. </p>
<p>&#8221; Ya&#8230; Makanya kau tidak boleh marah pada Ayahmu. Suatu hari aku ingin melihat kau memainkan pedang dan jadi kuat!! Karena kau pahlawan!&#8221; ujarku</p>
<p>Sean tertegun mendengarnya. Kemudian ia pun tertawa.</p>
<p>&#8221; Pahlawan?!? Lucu juga? Kita main yuk?!!?&#8221; ajaknya.</p>
<p>Aku mengangguk mantap. Dia lalu mengenggam tanganku menuju taman bermain. Genggaman tangannya tak akan pernah aku lupakan. Sore itu terasa menyenangkan. Kami bermain dan mencoba berbagai macam permainan. Kami tertawa bersama-sama. Semuanya bagaikan mimpi.</p>
<p>&#8221; Mau es krim nggak?&#8221; tawar Sean.</p>
<p>&#8221; Iya mau&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Mau rasa apa?&#8221; tanya Sean lagi.</p>
<p>&#8221; Aku suka vanilla&#8221; kataku.</p>
<p>&#8221; Wah sama, aku juga suka Vanilla&#8221; sahut Sean.<br />
&#8221; Bentar ya, nggak lama kok&#8221;</p>
<p>Sean kemudian pergi. Aku lalu duduk di taman menunggunya. Kugoyangkan kedua kakiku. Tak lama Sean datang membawa dua es krim rasa Vanilla.</p>
<p>&#8221; Ini es krimnya tuan putri&#8221; ujarnya sambil menyerahkannya padaku. Aku tertawa mendengarnya.</p>
<p>&#8221; Terima kasih pangeran&#8230;&#8221; kataku.</p>
<p>Dia balik tertawa. Aku menjilat es krimku sambil memperhatikan Sean menjilat es krimnya. Wajahnya lucu sekali. Tampak sisa-sisa es krim di mulutnya.</p>
<p>&#8221; Sean, kau makan celemotan!&#8221; celutukku.</p>
<p>&#8221; Benarkah? Sebelah mana?&#8221;tanya Sean.</p>
<p>&#8221; Yang sebelah kiri&#8221; kataku. </p>
<p>&#8221; Aduh yang mana sih?!&#8221;</p>
<p>Aku menjadi gemas, lalu aku membersihkan sisa es krim di sekitar mulutnya. Kulihat wajahnya sedikit memerah.</p>
<p>&#8221; Nah&#8230;udah bersih&#8221; kataku.</p>
<p>Aku lalu melanjutkan acara makan es krimku. Namun kali ini Sean gantian menatapku.</p>
<p>&#8221; Kenapa kau melihatku begitu?&#8221;<br />
tanyaku heran. </p>
<p>&#8221; Habis wajahmu lucu sih, seperti badut&#8221; ujar Sean sambil tersenyum.</p>
<p>&#8221; Hei, cuma badut yang makannya celemotan!&#8221; ujarku protes.</p>
<p>Sean pun tertawa.<br />
&#8221; Oiya Hayde kenapa waktu itu kau memanggilku pahlawan?&#8221; tanya Sean tiba-tiba.</p>
<p>Aku menghentikan makan es krimku. Kemudian memandang wajah Sean yang di penuhi rasa ingin tahu.</p>
<p>&#8221; Karena bagiku kau seorang penyelamat. Tiba-tiba datang menolongku. Dan membantuku dari Anak-anak nakal itu..&#8221;ujarku pelan.<br />
&#8221; Aku benar-benar tertolong! Entah bagaimana jadinya kalau kau nggak ada, jadi terima kasih ya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221; Aku juga..&#8221; potong Sean.</p>
<br />Posted in Heart of Sword  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/narnianew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/narnianew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/narnianew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/narnianew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/narnianew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/narnianew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/narnianew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/narnianew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/narnianew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/narnianew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/narnianew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/narnianew.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/narnianew.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/narnianew.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=narnianew.wordpress.com&amp;blog=8372486&amp;post=62&amp;subd=narnianew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://narnianew.wordpress.com/2009/10/04/heart-of-sword-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9578e60ec5f87e9d1995a02f9ad30f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Maemunah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HEART OF SWORD</title>
		<link>http://narnianew.wordpress.com/2009/07/18/heart-of-sword/</link>
		<comments>http://narnianew.wordpress.com/2009/07/18/heart-of-sword/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 12:02:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Siti Maemunah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Heart of Sword]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://narnianew.wordpress.com/2009/07/18/heart-of-sword/</guid>
		<description><![CDATA[Aku memandang jendela kamarku, kupandangi langit di luar sana. Tampak hitam dan kelabu. Hujan tak kunjung berhenti dari pagi menangisi alam. &#8221; Hidup yang menyedihkan&#8221; gumamku pelan. Aku memegang kalung perak yang terpasang di leherku. Sangat indah, ditengahnya terdapat berlian berwarna biru tua berbentuk segitiga. Aku tidak bosan memperhatikan kemilau warnanya yang mampu menyihir mataku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=narnianew.wordpress.com&amp;blog=8372486&amp;post=47&amp;subd=narnianew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku memandang jendela kamarku, kupandangi langit di luar sana. Tampak hitam dan kelabu. Hujan tak kunjung berhenti dari pagi menangisi alam.</p>
<p>&#8221; Hidup yang menyedihkan&#8221; gumamku pelan.</p>
<p>Aku memegang kalung perak yang terpasang di leherku. Sangat indah, ditengahnya terdapat berlian berwarna biru tua berbentuk segitiga. Aku tidak bosan memperhatikan kemilau warnanya yang mampu menyihir mataku.<br />
Kalung ini sangat berharga bagiku karena ini pemberian seseorang yang aku cintai pada pandangan pertama. Lintasan waktu kembali berputar, membawaku ke tempat itu. Awal pertemuan kami.</p>
<p>Ya&#8230;Sepuluh tahun yang lalu saat itu  umurku baru berusia sembilan tahun. Aku baru pulang memetik buah apel dari kebun untuk dijual. Namun di tengah jalan aku di hadang ketiga anak nakal yang dengan paksa merebut keranjang apelku. Hingga sebagian buahnya jatuh ke tanah. Aku menangis,sementara ketiga anak nakal itu malah tertawa.<br />
Tiba-tiba datang seorang anak laki-laki yang datang menolongku.  Pakaiannya sangat necis mirip anak bangsawan. Rambutnya hitam lurus, dan ia memiliki sepasang bola mata yang indah berwarna cokelat bening. Dari tampangnya mungkin ia berumur sebelas tahun.</p>
<p>&#8221; Hei, kalian bisanya cuma membuat perempuan nangis!&#8221; bentak anak laki-laki itu.<br />
&#8221; Kalau berani hadapi aku&#8221;</p>
<p>ketiga anak nakal itu spontan berhenti tertawa. Mereka kelihatan marah.</p>
<p>&#8221; Kau pikir kau siapa? Jagoan??,&#8221; kata Anak nakal yang berbadan paling besar.<br />
&#8221; Apa kau tidak tahu siapa kami??&#8221; </p>
<p>&#8221; Aku tidak peduli siapa kalian!!! Yang aku tahu kalian itu cuma pengecut yang beraninya main keroyokan,&#8221; ejek Anak laki-laki itu. &#8220;Udah gitu&#8230; Beraninya cuma sama perempuan lagi!! Dasar cemen!!!&#8221;</p>
<p>&#8221; Apa kau bilang?!? Berani mengatai kita pengecut!!!&#8221;</p>
<p>&#8221; Memang iya kan? Pengecut&#8230;&#8221;</p>
<p>Seiring dengan perkataan itu sebuah pukulan diayunkan ke arahnya. Ia refleks menghindar. Matanya memandang tajam ke arah anak-anak nakal itu. Seulas senyum tersungging di bibirnya, membuat anak-anak nakal itu semakin beringas.  Pukulan demi pukulan dilayangkan ke arahnya. Tapi tak ada satu pun yang mengenainya. Anak laki-laki itu tampak menikmati perlawanan ketiganya. Tepat saat pukulan diarahkan ke perutnya. Ia pun melompat dan memukul tengkuk leher anak nakal itu hingga jatuh tersungkur. Melihat temannya tersungkur, serempak mereka maju.</p>
<p>Seiring dengan itu ia menendang tubuh keduanya hingga terjatuh.</p>
<p>&#8221; Apa kalian masih berani??!&#8221; sindir anak laki-laki itu.</p>
<p>Spontan mereka pun berdiri lalu lari pontang-panting. Anak laki-laki itu tersenyum puas. Ia lalu membantuku memungut buah apel yang jatuh dan memasukannya ke dalam keranjang. Sesaat aku hanya bisa memperhatikan dia memasukkan apel ke dalam keranjang, wajahnya begitu tampan.<br />
Sadar aku memandangnya, anak laki-laki itu tersenyum. Aku terpana, senyumnya begitu menawan. Setelah selesai memasukkan apel, ia lalu berdiri, aku pun demikian.</p>
<p>&#8221; Te&#8230;terima kasih&#8221; kataku gugup.</p>
<p>&#8221; Nggak masalah&#8221; sahutnya ringan.<br />
&#8221; kau nggak apa-apa?&#8221;</p>
<p>Aku mengangguk.<br />
&#8221; Aku belum tahu namamu?&#8221;tanyaku</p>
<p>&#8221; Aku Sean Houston&#8221; jawab anak laki-laki itu.<br />
&#8221; Kau sendiri?&#8221;</p>
<p>Aku lalu menjulurkan tanganku.<br />
&#8221; Aku Hayde&#8230;Rozen Hayde&#8221; ucapku.</p>
<p>Sebuah senyum tulus mengembang di wajahnya. Ia lalu membalas uluran tanganku. </p>
<p>&#8221; Aku harus pergi!&#8221; kata Sean kemudian.&#8221; Aku harap kita bertemu lagi&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya&#8230;aku juga&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Terima kasih ya&#8230;!&#8221;</p>
<p>Sean tertegun untuk beberapa saat. Kemudian dia tersenyum. Ketika Ia hendak  berbalik, aku teringat akan apelku.</p>
<p>&#8221; Seaaan&#8230;&#8221; panggilku.</p>
<p>Sean menoleh, aku buru-buru mengambil beberapa apel untuknya dan menaruhnya dalam kantung plastik.</p>
<p>&#8221; Ini untukmu!&#8221; sahutku tanpa basa-basi.</p>
<p>Aku lalu menyodorkan kantung plastik yang berisi apel itu kepada Sean. Sean tidak segera menerimanya, dia malah keheranan.</p>
<p>&#8221; Tolong diterima, ehm&#8230; Anggap saja Ini sebagai ucapan terima kasih&#8221; kataku.</p>
<p>Sean lalu mengambil kantung plastik itu.</p>
<p>&#8221; Makasih ya..&#8221; kata Sean kemudian.</p>
<p>Ia lalu berbalik dan pergi sementara aku hanya memandangnya dari kejauhan.</p>
<br />Posted in Heart of Sword  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/narnianew.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/narnianew.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/narnianew.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/narnianew.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/narnianew.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/narnianew.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/narnianew.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/narnianew.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/narnianew.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/narnianew.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/narnianew.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/narnianew.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/narnianew.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/narnianew.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=narnianew.wordpress.com&amp;blog=8372486&amp;post=47&amp;subd=narnianew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://narnianew.wordpress.com/2009/07/18/heart-of-sword/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9578e60ec5f87e9d1995a02f9ad30f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Maemunah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ARTI CINTA SEJATI</title>
		<link>http://narnianew.wordpress.com/2009/07/08/arti-cinta-sejati/</link>
		<comments>http://narnianew.wordpress.com/2009/07/08/arti-cinta-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 06:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Siti Maemunah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://narnianew.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Hamparan hati tersentuh harum melati kala kutatap indah langit biru Terurai rangkaian doa dari setiap untaian kata Terurai berbagai harapan dari pasang mata Saat dua menjadi satu saat aku dan kamu menjadi kita saat dua pandangan belajar menjadi satu tujuan Saat waktuku dan waktumu melebur menjadi satu Saat pelukan terasa mententramkan Saat rasa diterjemahkan menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=narnianew.wordpress.com&amp;blog=8372486&amp;post=10&amp;subd=narnianew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hamparan hati tersentuh harum melati<br />
kala kutatap indah langit biru<br />
Terurai rangkaian doa dari setiap untaian kata<br />
Terurai berbagai harapan dari pasang mata</p>
<p>Saat dua menjadi satu<br />
saat aku dan kamu menjadi kita<br />
saat dua pandangan belajar<br />
menjadi satu tujuan<br />
Saat waktuku dan waktumu<br />
melebur menjadi satu<br />
Saat pelukan terasa mententramkan<br />
Saat rasa diterjemahkan menjadi sebuah kata Yaitu CINTA</p>
<br />Posted in Uncategorized Tagged: Puisi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/narnianew.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/narnianew.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/narnianew.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/narnianew.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/narnianew.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/narnianew.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/narnianew.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/narnianew.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/narnianew.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/narnianew.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/narnianew.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/narnianew.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/narnianew.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/narnianew.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=narnianew.wordpress.com&amp;blog=8372486&amp;post=10&amp;subd=narnianew&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://narnianew.wordpress.com/2009/07/08/arti-cinta-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a9578e60ec5f87e9d1995a02f9ad30f0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Maemunah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
